AKSI NYATA MODUL 1.4 CGP ANGKATAN 3

 

AKSI NYATA MODUL 1.4

 

 PENERAPAN BUDAYA POSITIF MENYAMBUT SISWA DI GERBANG SEKOLAH DENGAN MENGUCAPKAN SALAM KHAS LAMPUNG DAN MELESTARIKAN TARI LAMPUNG




OLEH : AMNA HASNAWATI

 CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 3 LAMPUNG SELATAN


I.                   LATAR BELAKANG

Pembelajaran dengan metode daring membuat siswa tidak terpantau kedisiplinannya . Kurangnya tanggung jawab siswa pada diri mereka sendiri menyebabkan siswa datang terlambat saat pembelajaran tatap muka terbatas disekolah dilaksanakan. Sehingga siswa harus diberi motivasi ekternal dan internal agar tidak malas ke sekolah. Diharapkan tidak ada siswa yang datang terlambat setelah tatap muka kembali normal dan siswa merasa senang disambut guru di gerbang sekolah menggunakan salam dan bahasa lampung, yaitu “TABIK PUN”.

Budaya positif ini membutuhkan dukungan dari rekan sejawat dan kepala sekolah, sehingga diadakan pula sosialisasi budaya positif kepada beberapa rekan guru di sekolah

Mewujudkan budaya positif ini tidak bisa dilakukan sendiri, harus ada kerjasama yang baik dengan semua pihak, terutama guru, karena itu di bentuklah komunitas praktisi yang diharapkan dapat menginspirasi rekan sejawat lain untuk menerapkan budaya positif di sekolah melalui komunitas praktisi. Sosialisasi budaya pada siswa dan guru  tentang konsep dan kunci budaya positif, yaitu perubahan paradigm belajar, disiplin positif, motivasi perilaku manusia, kebutuhan dasar, posisi kontrol restitusi, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi.  Kepada guru disampaikan pula pada sesi berbagi pengalaman dan pembelajaran yang telah didapatkan setelah menerapkannya di kelas.

 

Sedangkan dukungan dari orangtua adalah, memotivasi siswa agar tidak terlambat kesekolah, tidak membiarkan anak bermalas malasan di rumah karena terbiasa belajar daring. Hal ini cukup menjadi tantangan di sekolah kami, karena mayoritas orangtua adalah petani, sehingga mereka berangkat ke sawah atau ladang lebih dulu , sebelum anak berangkat ke sekolah.

 

Selain kedisiplinan, budaya lokal yang akan di bangkitkan kembali adalah melesterikan tari daerah Lampung. Pada aksi nyata kali ini yang akan diangkat adalah Sigeh Pengunten ( Penyambutan Tamu Agung) dan tari bedana ( tari berpasangan).

 

 

II.                 TUJUAN

  1. Siswa datang tepat waktu ke sekolah dan melestarikan kepada siswa tentang budaya salam dalam bahasa Lampung “TABIK PUN”
  2. Warga sekolah mengangkat kembali budaya lampung, terutama tarian tradisional lampung
  3. Mengajak siswa untuk mencintai budaya lampung melalui tari Bedana dan Sigeh Pengunten
  4. Menumbuhkan karakter murid melalui program penguatan budaya positif di sekolah
  5. Mengenalkan budaya positif di sekolah bersama rekan guru melalui komunitas praktisi, yaitu perubahan paradigm belajar, disiplin positif, motivasi perilaku manusia, kebutuhan dasar, posisi kontrol restitusi, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi.

III.              TOLAK UKUR

  1. Siswa memiliki motivasi internal untuk selalu disiplin waktu ke sekolah dan mengucapkan salam dalam bahasa lampung dan Assalamualaikum bagi yang beragama islam.
  2. Warga sekolah melestarikan kembali budaya lampung
  3. Siswa siswi dapat mengenal tari  daerah Lampung yaitu tari Bedana dan Sigeh Pengunten
  4. Tumbuhnya budaya positif disekolah seperti disiplin, tanggung jawab dan restitusi
  5. Melalui Komunitas praktisi guru dapat berkolaborasi melakukan perubahan paradigma belajar, disiplin positif, motivasi perilaku manusia, kebutuhan dasar, posisi kontrol restitusi, keyakinan kelas, dan segitiga restitusi.

 

IV.             DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN       

  1. Dukungan kepala sekolah
  2. Rekan sejawat
  3. Orangtua siswa
  4. Siswa
  5. Saran dan prasarana

V.                LINI MASA

 

Jadwal pelaksanaan SOSIALISASI PENERAPAN BUDAYA POSITIF MENYAMBUT SISWA DI GERBANG SEKOLAH

Minggu 1:    a. Sosialisasi budaya positif untuk siswa di kelas X

                     b. Sosialisasi Budaya positif pada beberapa guru di sekolah

Minggu 2 :  a.Mengajak guru yang sudah sosialisasi untuk menyambut siswa di gerbang sekolah

                    b. Bersama guru seni tari melatih siswa tarian daerah Lampung

Minggu 3 : Latihan Sigeh Pengunten

Minggu 4 : Latihan Tari Bedana

 

VI.             Rencana Perbaikan untuk Pelaksanaan di Masa Mendatang

Selama melaksanakan Aksi nyata modul 1.4 ini  saya menemukan berbagai hambatan. Salah satunya adalah kengganan siswa laki –laki untuk belajar menari. Karena mengganggap tarian adalah untuk perempuan. Keenganan siswa dan guru untuk berckap-cakap menggunakan bahasa lampung karena kosakata yang terbatas. Perbaikan yang harus saya lakukan di masa mendatang yang akan saya lakukan adalah:

1.    Bersama Kepala Sekolah dan komunitas praktisi memberi tauladan penerapan budaya positif di sekolah.

2.    Mengajak guru rekan guru lain untuk terlibat aktif dalam komunitas praktisi

3.    Menggiatkan kembali ektrakurikuler seni tari

4.    Mengusulkan satu hari wajib berbicara dengan bahasa lampung.

 

 

DOKUMENTASI KEGIATAN

 

Link Vidio Kegiatan Aksi Nyata  Budaya Positif Modul 1.4

https://youtu.be/1b7unYj-UYM


 

a.      Pengenalan Komunitas Praktisi



b.      Sosialisasi Budaya Positif di kelas bersama PP: Nancy F. Siregar












c.       Sosialisasi Budaya positif pada rekan guru dan Pembentukan Komunitas Praktisi










d.   Penerapan salam  Khas Lampung di gerbang Sekolah





f.        Latihan Tari bedana Minggu ke 3



g.      Latihan Tari Sigeh Pengunten Pada minggu ke 3



h.     Latihan Tari bedana  Pada minggu ke 4 








I.    Latihan Tari  Sigeh Pengunten Pada minggu ke 4 

 




link refleksi CGP klik disini

Komentar